^ Back to Top^

0 Sample

Suku Minangkabau atau Minang (seringkali disebut Orang Padang) adalah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Suku ini terkenal karena adatnya yang matrilineal. Saat ini 4 juta orang Minang tinggal di Sumatera Barat, sementara sekitar 3 juta orang menyebar di kota-kota besar dan kecil Indonesia dan SemenanjungMalaya.

Orang-orang Minang sangat kuat memeluk agama Islam yang disandingkan dengan adat mereka “Adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah” (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al Qur'an) sehingga menjadikan cerminan adat Minang yang berlandaskan Islam. Adat Minangkabau berasal dari kepercayaan animism sebelum kedatangan Islam, dan sisa-sisa kepercayaan animism itu masih terdapat dalam kehidupan masyarakatnya.

Suku Minang terutama menonjol dalam bidang pendidikan dan perdagangan. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan anggota suku ini berada dalam perantauan. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya. Untuk di luar wilayah Indonesia, suku Minang banyak terdapat di Malaysia (terutama Negeri Sembilan) dan Singapura. Di seluruh Indonesia dan bahkan di mancanegara, masakan khas suku ini yang populer dengan sebutan masakan Padang, sangatlah digemari. Yang paling unik dari restoran Padang adalah cara penyajian pelayan dalam menghidangkan makanan

0 Contoh

Suku Minangkabau atau Minang (seringkali disebut Orang Padang) adalah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Suku ini terkenal karena adatnya yang matrilineal. Saat ini 4 juta orang Minang tinggal di Sumatera Barat, sementara sekitar 3 juta orang menyebar di kota-kota besar dan kecil Indonesia dan SemenanjungMalaya.

Orang-orang Minang sangat kuat memeluk agama Islam yang disandingkan dengan adat mereka “Adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah” (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al Qur'an) sehingga menjadikan cerminan adat Minang yang berlandaskan Islam. Adat Minangkabau berasal dari kepercayaan animism sebelum kedatangan Islam, dan sisa-sisa kepercayaan animism itu masih terdapat dalam kehidupan masyarakatnya.


  1. Suku Minang terutama menonjol dalam bidang pendidikan dan perdagangan. 
  2. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan anggota suku ini berada dalam perantauan. 
  3. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya. Untuk di luar wilayah Indonesia, suku Minang banyak terdapat di Malaysia (terutama Negeri Sembilan) dan Singapura. 
  4. Di seluruh Indonesia dan bahkan di mancanegara, masakan khas suku ini yang populer dengan sebutan masakan Padang, sangatlah digemari. Yang paling unik dari restoran Padang adalah cara penyajian pelayan dalam menghidangkan makanan

0 Sejarah

Suku Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda), yang berbahasa Austronesia, yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan (Taiwan) ke pulau Sumatera sekitar 500 tahun sebelum masehi. Bahasa Minang termasuk rumpun bahasa Austronesia, dan dekat sekali dengan bahasa Melayu, namun bagaimana sejarah terpisahnya kedua bahasa tersebut oleh nenek moyang tidak diketahui dengan tepat.

Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah Timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar atau Minangkamwa (Minangatamwan) hingga tiba di dataran tinggi Luhak nan Tigo (darek). Kemudian dari Luhak nan Tigo inilah suku Minang menyebar ke daerah pesisir (pasisie) di pantai barat pulau Sumatera, yang terbentang dari Barus di utara hingga Kerinci di selatan.

Adityawarman, seorang penganut Budha Tantrayana dari kerajaan Majapahit, di Jawa, diyakini sebagai pendiri kerajaan Minangkabau daratan di Pagaruyung dan memerintah antara 1347 dan 1375.

0 Etimologi

Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang (menang) dan kabau (kerbau). Nama itu berasal dari sebuah legenda. Konon pada abad ke-13, kerajaan Majapahit melakukan ekspedisi ke Minangkabau. Untuk mencegah pertempuran, masyarakat lokal mengusulkan untuk mengadu kerbau Minang dengan kerbau Jawa. Pasukan Majapahit menyetujui usul tersebut dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif. Sedangkan masyarakat Minang menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya. Dalam pertempuran, anak kerbau itu mencari kerbau Jawa dan langsung mencabik-cabik perutnya, karena menyangka kerbau tersebut adalah induknya yang hendak menyusui. Kecemerlangan masyarakat Minang tersebutlah yang menjadi inspirasi nama Minangkabau.

Namun dari beberapa sumber lain menyebutkan bahwa nama Minangkabau sudah ada jauh sebelum peristiwa adu kerbau itu terjadi, dimana istilah yang lebih tepat sebelumnya adalah "Minangkabwa", "Minangakamwa", "Minangatamwan" dan "Phinangkabhu". Istilah Minangakamwa atau Minangkamba berarti Minang (sungai) Kembar yang merujuk pada dua sungai Kampar yaitu Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan. sedangkan istilah Minangatamwan yang merujuk kepada Sungai Kampar memang disebutkan dalam prasasti Kedukan Bukit dimana disitu disebutkan bahwa Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang melakukan migrasi massal dari hulu Sungai Kampar (Minangatamwan) yang terletak di sekitar daerah Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

0 Suku

Suku Minangkabau atau Minang (seringkali disebut Orang Padang) adalah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Suku ini terkenal karena adatnya yang matrilineal. Saat ini 4 juta orang Minang tinggal di Sumatera Barat, sementara sekitar 3 juta orang menyebar di kota-kota besar dan kecil Indonesia dan SemenanjungMalaya.

Orang-orang Minang sangat kuat memeluk agama Islam yang disandingkan dengan adat mereka “Adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah” (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al Qur'an) sehingga menjadikan cerminan adat Minang yang berlandaskan Islam. Adat Minangkabau berasal dari kepercayaan animism sebelum kedatangan Islam, dan sisa-sisa kepercayaan animism itu masih terdapat dalam kehidupan masyarakatnya.

Suku Minang terutama menonjol dalam bidang pendidikan dan perdagangan. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan anggota suku ini berada dalam perantauan. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya. Untuk di luar wilayah Indonesia, suku Minang banyak terdapat di Malaysia (terutama Negeri Sembilan) dan Singapura. Di seluruh Indonesia dan bahkan di mancanegara, masakan khas suku ini yang populer dengan sebutan masakan Padang, sangatlah digemari. Yang paling unik dari restoran Padang adalah cara penyajian pelayan dalam menghidangkan makanan
Share

[Get This]