0 Sejarah
Suku Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda), yang berbahasa Austronesia, yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan (Taiwan) ke pulau Sumatera sekitar 500 tahun sebelum masehi. Bahasa Minang termasuk rumpun bahasa Austronesia, dan dekat sekali dengan bahasa Melayu, namun bagaimana sejarah terpisahnya kedua bahasa tersebut oleh nenek moyang tidak diketahui dengan tepat.
Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah Timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar atau Minangkamwa (Minangatamwan) hingga tiba di dataran tinggi Luhak nan Tigo (darek). Kemudian dari Luhak nan Tigo inilah suku Minang menyebar ke daerah pesisir (pasisie) di pantai barat pulau Sumatera, yang terbentang dari Barus di utara hingga Kerinci di selatan.
Adityawarman, seorang penganut Budha Tantrayana dari kerajaan Majapahit, di Jawa, diyakini sebagai pendiri kerajaan Minangkabau daratan di Pagaruyung dan memerintah antara 1347 dan 1375.
Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah Timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar atau Minangkamwa (Minangatamwan) hingga tiba di dataran tinggi Luhak nan Tigo (darek). Kemudian dari Luhak nan Tigo inilah suku Minang menyebar ke daerah pesisir (pasisie) di pantai barat pulau Sumatera, yang terbentang dari Barus di utara hingga Kerinci di selatan.
Adityawarman, seorang penganut Budha Tantrayana dari kerajaan Majapahit, di Jawa, diyakini sebagai pendiri kerajaan Minangkabau daratan di Pagaruyung dan memerintah antara 1347 dan 1375.



